Rabu, 14 Januari 2015

Teknologi Baru Apple Bikin iPhone Anti Pecah



Apple kembali membuat terobosan baru dengan menghadirkan teknologi yang membuat produk besutannya tidak akan gampang pecah. Mereka menyematkan sebuah sensor yang bisa mendeteksi iPhone saat akan terjatuh.

Teknologi ini telah dipatenkan oleh Apple pekan kemarin. Di dalamnya terlihat sebuah materi berbeda yang disematkan di salah satu sisi perangkat. Teknologi ini bisa digunakan untuk semua produk Apple, baik iPhone maupun iPad.

Dilansir melalui Daily Mail, Senin 8 Desember 2014, Apple mendesain sebuah fitur sensor yang dapat mengukur kecepatan sebuah ponsel. Saat ponsel terjatuh, kecepatannya akan meningkat. Saat itulah sensor berfungsi.

Sensor tersebut kemudian akan secara otomatis membalikkan iPhone, sehingga bisa terjatuh di sisi yang telah ditentukan. Tepatnya di sisi yang lebih kuat.

Sisi tersebut pastinya tidak berada di dekat komponen kamera. Sensor akan mengalkulasi komponen-komponen rentan tersebut agar tidak menjadi yang pertama menyentuh dasar saat jatuh. Sebuah motor penggerak akan aktif secara instan dan mengubah bagian yang berada di bawah. 

Sensor ini secara tidak langsung menggerakkan berat di dalam perangkat secara cepat untuk memberikan efek rotasi perangkat. Dengan demikian, perangkat akan berpindah sisi saat terjatuh.

Tidak hanya itu. Paten tersebut juga berisi sistem yang bisa mengeluarkan kabelheadphone untuk menghindari kerusakan pada konektor.

"Ini merupakan inovasi yang pasti akan sukses. Memadukan ide yang belum dipikirkan oleh siapa pun. Seperti halnya menambahkan aksi giroskopik ke dalamsmartphone," ujar dosen ilmu sains di Oxford University, Victor Seidel.

Yang menjadi tantangan, kata dia, adalah menyematkan teknologi tersebut ke dalam perangkat yang supertipis seperti iPhone. Menurut dia, teknologi baru itu akan disematkan Apple ke iPhone dalam kurun tiga tahun ke depan. (art)

Cara kerja sensor iPhone saat terjatuh

sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/566196-teknologi-baru-apple-bikin-iphone-anti-pecah

Apple Siapkan iPhone Fleksibel?



Beberapa waktu lalu, Apple sempat dihebohkan dengan temuan beberapa produk iPhone telah bengkok. Meski kasus bengkok itu tak sampai sepuluh iPhone, tetapi insiden itu sempat membuat menjadi bahan ejek bagi kompetitor Apple hingga bahan pemberitaan. 

Setelah problem itu lewat, Apple malah tak menghindari. Belakangan diketahui, Apple ini justru mengajukan paten untuk perangkat fleksibel. Perangkat yang bisa dilenturkan. Bahkan, ekstremnya, perusahaan yang dipimpin Tim Cook ini mengajukan paten produk yang dapat dilipat. 

Melansir BGR, Rabu 7 Januari 2015, paten yang diajukan itu dilaporkan sudah disetujui oleh Badan Merek Dagang dan Paten AS dengan nomor paten 8.929.085 dan judul 'perangkat elektronik fleksibel'. 

Pada paten digambarkan, produk itu benar-benar lentur, tak seperti pada produk sejenis merek lain yang tak sepenuhnya felksibel. 

Semua bagian dan komponen pada produk fleksibel Apple ini benar-benar lentur. Komponen seperti casis, kaca penutup, baterai, papan sirkuit, speaker, elemen lisrik lainnya benar-benar felksibel. Pada deksripsi, perangkat itu diklaim mampu dilipat, ditekuk, dibengkokkan. 

Disebutkan dalam paten, material yang membungkus perangkat fleksibel ini berbeda dengan material iPhone, yang terbuat dari logam dan kaca. 

Material produk fleksibel ini terbuat dari plastik, kaca, komposit serat, dan material lainnya yang menawarkan kehandalan meski dipakai sehari-hari. 

"Perangkat elektronik fleksibel mungkin lebih tahan terhadap kerusakan dalam kasus jatuh. Ini, karena perangkat fleksibel mungkin bengkok, atau berubah bentuk untuk mencegah dampak (buruk)," tulis Apple. 

Dengan perubahan bentuk itu membantu menekan kemungkinan perangkat rusak. 

Laman Apple Insider menuliskan, Apple pertama kali kali menguraikan gagasan teknik perangkat fleksibel dalam dokumentasi inovasi perangkat bergaya gelang jam tangan. 

Deskripsi pola produk fleksibel Apple dalam paten

Paten perangkat fleksibel ini pertama kali diajukan pada 2011 lalu, dengan menyertakan Jeremy C. Franklin, Scott A. Myers, Benjamin M. Rappoport, Stephen Brian Lynch, John P. Ternus, dan Justin Wodrich sebagai penemu teknologi fleksibel itu. 

Meski telah menerima paten, Apple diperkirakan masih lama bisa menghadirkan produk lentur itu. Dan, ada kemungkinan produk fleksibel ini bisa berbentuk iPhone, atau yang lainnya. 

Sementara itu, Apple baru menerima paten, kompetitornya sudah merilis beberapa ponsel pintar fleksibel, meski hanya bagian tertentu saja. 
Samsung dan LG mengelurakan ponsel dengan layar melengkung. Samsung punya Galaxy Note Edge, sedangkan LG punya LG G Flex, serta penerusnya, G Flex 2, yang diresmikan kehadirannya pada ajang CES 2015. 

sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/575797-apple-siapkan-iphone-fleksibel-

Apple Bakal Rilis iPhone Khusus Perempuan?



Apple diketahui bakal menghentikan produksi iPhone versi murahnya, iPhone 5C pada awal tahun depan. Menyambung kabar ini, sebuah situs Tiongkok,Feng.com, melaporkan Apple bakal merilis iPhone layar kecil empat inchi sebagai pengganti iPhone 5C.

Dalam laporannya, situs itu mengatakan desain iPhone empat inchi itu akan sangar ramah dengan pengguna perempuan dan dirancang mudah digunakan dengan satu tangan.
iPhone kaum hawa ini diperkirakan bakal rilis pada 2015, namun tidak jelas kapan persisnya, melansir Daily Mail, Selasa 9 Desember 2014.

Jika benar, Apple tampaknya tengah sedikit 'melenceng' dari momentum pasar saat ini. Menurut studi Kantar Worldpanel di pasar Amerika Serikat, perangkat dengan layar besar tengah menunjukkan respons positif dari pasar.

Produk iPhone dengan layar besar yang diwakili iPhone 6 Plus cukup mendapatkan respons yang bagus. Studi mengungkapkan, iPhone 6 Plus telah meraih pangsa pasar 41 persen dari penjualan phablet, sebutan untuk ponsel pintar dengan ukuran layar 5,5 inchi atau lebih.

Sementara itu, penjualan phablet saat ini mewakili 10 persen dari semua penjualan ponsel pintar. Angka penjualan phablet itu, naik dua persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Studi juga menemukan, alasan utama orang membeli iPhone 6 Plus mayoritas adalah pertimbangan layar besar pada perangkat. Kantar menemukan, 58 persen dari pembeli iPhone 6 Plus mengakui nilai layar besar tersebut.

Kemampuan adopsi jaringan 4G LTE, bahkan bukan menjadi pertimbangan utama bagi pembeli iPhone 6 Plus. Kemampuan jaringan generasi keempat itu hanya menjadi pertimbangan kedua setelah alasan layar besar.

Tren yang sama juga terjadi pada penjualan iPhone 6. Data menunjukkan meski baru diluncurkan sejak September lalu, iPhone 6 meraup pangsa pasar penjualan 33 persen. Hal ini, menjadikan iPhone 6 menjadi penjualan terbaik di antara perangkat berbasis iOS dalam tiga bulan terakhir.

Di belakang penjualan iPhone 6 adalah iPhone 5S yang meraup 26 persen. Kemudian, disusul iPhone 5C di posisi ketiga dengan raihan 18 persen. Sementara itu, iPhone 6 Plus sejauh ini mendapatkan 10 persen dari total penjualan perangkat iOS.

Sedangkan untuk penjualan perangkat Android, Galaxy S5 tetap menjadi model perangkat terbaik dengan raihan 22 persen dari penjualan, diikuti Galaxy S4 ditepat kedua, dengan meraup pangsa pasar penjualan 12 persen.
Mengenai rumor iPhone untuk kaum hawa itu, Apple belum menyampaikan komentarnya.
sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/566647-apple-bakal-rilis-iphone-khusus-perempuan-

Apple Bakal Rilis iPhone 6 Versi Murah?


Belum lama peluncuran seri iPhone terbaru, iPhone 6 pada September lalu, Apple sudah dirumorkan bakal merilis seri iPhone lain pada awal tahun ini.
Bersamaan dengan rilis jam tangan pintarnya, iWatch, Apple diembuskan akan merilis seri baru iPhone 6S. Rumor juga mengatakan Apple bakal membuat terobobosan dengan merilis iPhone di luar jadwal tradisi rilis.

Sebagaimana diketahui, selama ini, Apple selalu merilis iPhone dan produk terbaru pada September. Selama ini, rilis hanya diadakan setiap setahun sekali.

Melansir Daily Mail, Selasa 2 Desember 2014, rumor ini disampaikan oleh salah seorang sumber dari rantai pasokan produk Apple kepada Jerry Miller dari Stabley Times.

Kepada Miller, sumber mengatakan, iPhone versi 6S digambarkan sebagai model iPhone 6 dengan harga yang lebih terjangkau, sama seperti model iPhone 5C yang diluncurkan setahun sebelumnya. iPhone 6S, kata sumber itu, disiapkan sebagai batu loncatan sebelum Apple merilis iPhone 7 pada September tahun depan.

"Sumber kami mengatakan Apple ragu terkait peluncuran iWatch pada musim semi 2015 tanpa bersama rilis iPhone baru," ujar Miller.

Munculnya rumor iPhone 6S juga beriringan dengan kabar Apple berencana menghentikan produksi seri iPhone 5C, iPhone murah, yang tak mendapat respons bagus di pasar. Apple dikabarkan akan berhenti produksi seri 5C pada pertengahan 2015.

Diberitakan sebelumnya, alasan Apple menghentikan produk iPhone murah itu, dikaitkan dengan rencana Apple untuk merampingkan jajaran iPhone. Disebutkan Apple nantinya ingin semua lini iPhone dilengkapi dengan sensor sidik jari ID Touch.

Kabar penghentian produksi iPhone C tampaknya juga didukung oleh respons pasar yang rendah atas iPhone 5C. Sebuah survei perusahaan CIRP Januari lalu mengungkapkan, penjualan iPhone 5C kalah jauh dari iPhone 5S.

Selama kuartal terakhir tahun lalu, penjualan iPhone 5S mencapai 59 persen dari total penjualan iPhone, sedangkan iPhone 5C hanya mencetak angka penjualan 27 persen. Terkait kabar ini, Apple belum memberikan tanggapan. (art)
sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/564512-apple-bakal-rilis-iphone-6-versi-murah-